Thursday, September 23, 2010

Rudoet

Bandung mulai kembali “ normal” alias macet, maklum saya sedang berada di atas “kuda “ revo saya tepat di jalan Sukarno hatta by Pass menuju kantor selepas mengantar putri saya Adzkiya Yumna ( semoga jadi anak yang sholehah ). Ditengah perjalanan saya tertegun sambil tersenyum kecil membaca sebuah tulisan di kaca belakang sebuah angkot jurusan margahayu- ledeng. “RUDOET” begitu bunyi tulisan itu, jika dibaca kurang lebih RUDET merupakan kaosa kata bahasa sunda yang artinya kurang lebih REPOT/NYUSAHIN. Ada cerita lucu sekaligus sedikit mengesalkan berkaitan dengan tulisan itu. Pada tahun 2003 lalu tepatnya pada saat istri saya melahirkan Adzkiya Yumna anak pertama saya yang sudah kami tunggu kehadirannya selama kurang lebih 4 tahun kami menikah, di bangsal kelas tiga Rumah sakit Al Islam Bandung bersama istri saya ada satu pasien lagi seorang ibu sedang berbincang-bincang dengan kerabatnya yang kebetulan pada sore itu datang menjenguk. Dari pembicaraan mereka saya ambil kesimpulan bahwa suami si ibu tidak pernah datang menjenguk ibu dan bayinya selepas melahirkan, karena sang suami sangat ditunggu kehadirannya di rumah sakit karena si ibu dan jabang bayinya belum bisa keluar karena belum menyelesaikan biaya persalinan sehingga si ibu dan bayinya tertahan beberapa lama di rumah sakit. Kasihan itulah yang terbersit dari hati saya dan juga mungkin istri saya yang kebetulan bersama saya di bangsal sebelahnya kami berniat untuk memberi beberapa rupiah kepada sang ibu untuk mengurangi bebannya tidak banyak karena kami sendiri dibantu pembiayaan melahirkan anak kami oleh kakak kami ( Allohu Yarham) yang kebetulan pada saat yang sama sedang dirawat di rumah sakit yang sama. Disaat perasaan kasihan itu muncul dari hati kami berdua sang kerabat berkata : “ geus we dibere ngaran rudy budak teh meni rarudet kiyeu” ( udah kasih nama Rudy aja anak ini merepotkan sekali ). Spontan kami tertawa ngakak tanpa bersuara mendengar ucapan tersebut apalagi istri saya tak kuasa menahan sakit karena harus tertawa sekaligus menahan sakit bekas luka yang belum kering karena operasi Caesar. Yaa Alloh benarkah nama Rudy selalu merepotkan banyak orang?. Ah itu bisa-bisanya sang kerabat ibu itu saja..banyak nama Rudy dan memberikan manfaat banyak bagi orang lain. Kita tahu Rudy Hartono pebulu tangkis nasional yang disegani, Rudy Choirudin chef terkenal, Rudy Voller Pemain sepak bola handal, bahkan dalam sebuah iklan lebih menegaskan lagi “ percayalah apa yang dikatakan Rudy”, terakhir Bapak Rudy dapat Warisan beberapa sepeda motor dan sejumlah rumah heheheh. Jadi nama rudy tidak selalu RUDET atau RUDOET sebagaimana yang tertulis di kaca belakang angkot tersebut dan tidak mungkin saya berganti nama hanya gara-gara pembicaraan di rumah sakit itu. Istriku… maafkan aku bila aku selalu merepotkan mu……

Jangan panggil saya ustadz!!!

awalnya biasa saja namun lama-kelamaan jadi gak enak juga apa pasal? Akhir-akhir ini panggilan ustadz menjadi intens kepada saya. Ustadz adalah panggilan penuh beban bagi saya mungkin tidak bagi sebagian yang lain. Itu bergantung kepada kapasitas ilmu yang dimiliki. Biasanya ustadz itu menurut saya minimal fasih berbahasa arab, menguasai ilmu nahwu-shorof ( ilmu alat untuk mengerti baca kitab kitab arab gundul), faham fiqh dan kaidah-kaidahnya dan banyak lagi. Dari sisi pendidikan saya adalah seorang eksakta jauh dari pendidikan yang mengajarkan ilmu-ilmu yang saya sebutkan di atas. Memang sih.. saya mengaji di beberapa tempat pengajian tapi itu saya kira hal yang wajar dan biasa karena kita memang wajib menuntutnya hanya sekedar tahu mana yang benar mana yang salah, mana yang haq mana yang batil dan mana yang boleh mana yang tidak boleh itu saja. Dan itu semestinya juga dituntut oleh orang kebanyakan agar selamat dunia dan akherat.

Ada pengalaman menarik dari teman sekantor kalau dia di sekolah anaknya tiba-tiba dipanggil ustadz karena kebetulan akhir-akhir ini dia tertarik memelihara jenggot dia pun tersenyum dan menceritakan perihalnya kepada saya. Dan saya kira pengalaman seperti ini pernah terjadi kepada banyak orang yang secara lahir memperlihatkan ciri keislamannya entah itu jenggot, kopiah, tasbih atau lainnya. Lucu juga ya jika salah satu personil grup band cadas metallica James Hetfield datang ke Indonesia atau lokalan lah artis Peppy the Explorer dipanggil ustadz hanya karena jenggot lucu kan dan yang pasti gak nyambung ini contoh ekstremnya.

Saya tahu siapa saya sebenarnya orang sunda bilang “ nyaho modalna” alias tahu modalnya. Dan saya adalah orang yang belum pantas dipanggil dengan panggilan ustadz. Jika panggilan ustadz itu dikenakan kepada siapa saja yang secara lahir punya ciri-ciri keshalehan seperti sholat lima waktu berjamaah di mesjid, senantiasa melazimi majelis-majelis ta’lim, tilawah Al-Qur’an, aktif di mesjid senantiasa terlibat dalam kegiatan- kegiatan keislaman dan lain sebagainya maka saya kira semua orang wajib jadi Ustadz.