Thursday, July 5, 2007

Birul Walidaini Dalam Peristiwa Kelahiran

Untuk pertama kalinya saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri, tidak meminjam mata orang lain, menyaksikan detik demi detik proses kelahiran buah hati saya yang ke dua. Hikmah yang dapat diambil pelajarannya adalah bagaimana Jihad/perjuangan berat seorang ibu dalam melewati proses wahnan ‘ala wahnin/ kesulitan diatas kesulitan, bersimbah darah menahan sakit yang luar biasa selama kurang lebih 14 jam. Subhanalloh maha benar Alloh yang telah mengajarkan kepada kita besarnya dosa seorang anak yang durhaka kepada ibunya, maha benar Alloh yang menyandingkan perintah untuk syukur kepada-Nya dengan syukur kepada orang tua, maha benar Alloh melalui lisan Rosululloh SAW yang mulia menyabdakan “ sungguh rugi, sungguh rugi, sungguh rugi seorang yang mendapati orang tuanya sudah tua dia tidak dapat masuk surga”.

Seketika seorang sahabat bertanya kepada Rosululloh SAW, “ kepada siapakah saya pertama kali harus berbuat baik” sabda Nabi : “ ibumu” kemudian siapa lagi “ ibumu” kemudian siapa lagi “ ibumu” kemudian bapakmu. Bahkan Alloh SWT menggunakan kalimat Wawashoina ( Kami Wasiatkan) dalam memerintahkan untuk berbuat baik kepada kedua orang tua, artinya kedekatan seorang yang berbakti kepada kedua orang tua denga Alloh swt amatlah dekat sehingga Alloh sendiri menggunakan kalimat wasiat bukan kalimat amaro (perintah) yang biasanya kalimat ini( baca: wasiat) diberikan kepada orang yang amat dekat dan dicintainya sekaligus amat penting dan besarnya perkara yang diwasiatkan. Kalau saya ingin mengungkapkan hikmah dari apa yang saya saksikan pada proses kelahiran buah hati saya yg kedua ini, saya punya keyakinan bahwa tidak akan pernah habis-habisnya. Saran saya kepada Para suami saksikanlah dan perhatikan dengan seksama saat istri anda mengandung bulan ke bulan hingga detik-detik terakhir untuk melahirkan. Hanya orang-orang dungu saja yang tidak dapat mengambil pelajaran darinya. Kebenaran hanya ada disisi Alloh Jalla wa ‘ala.