Friday, March 23, 2007

Jiwa Yang Tenang


"Wahai Jiwa yang tenang kembalilah kepada Robmu dengan ridho dan diridhoi, maka masuklah kedalam golongan hamba-KU dan masuklah kedalam surga-KU"
Sesungguhnya bahwa hidup ini adalah Fana/tidak kekal, untuk itu kesadaran akan datangnya kematian harus terus tertanam dalam jiwa kita. "Kullu Nafsin Dzaaiqotul maut" tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan kematian. kematian adalah suatu keniscayaan, kepastian. kematian adalah terminal menuju kehidupan kekal abadi. benar apa yang disabdakan Uswah hasanah kita Muhammad Rosululloh SAW, dengan mengingat kematian dapat membersihkan berbagai karat hati. tentunya bagi orang yang benar dalam menyikapi kedatangannya, yaitu dengan melakukan persiapan-persiapan matang dan terencana, dengan terus dan terus menjalankan kefardhuan-kefardhuan yang telah ditetapkan Alloh Jalla wa 'ala dan menghidupkan Sunnah Rosululloh SAW. Terlalu sederhana memang apa yang ditulis disini. secara detail melalui blog ini kita akan terus menyampaikan hal- hal yang berkaitan dengan persiapan kita menjelang ajal, agar kita semua diseru oleh Alloh Jalla wa 'ala dengan seruan " Wahai Jiwa yang tenag kembalilah kepada Robmu dengan ridho dan diridhoi, maka masuklah kedalam golongan hamba-Ku dan masuklah kedalam surga-Ku"

2 comments:

Anonymous said...

kang abuy ini farhan,udah buka blognya.bea siswanya juga udah di klik.kenapa mesti kang abuy?padahal mangudi juga bisa.

Anonymous said...

Wahai Jiwa yang tenang kembalilah pada Tuhanmu. Selama seminggu ini saya terus dihantui oleh kata-kata ini, kira-kira akan ada apa ya? Mohon penjelasannya.