Wednesday, December 19, 2007

Mangkuk Cantik, Madu & Sehelai Rambut

Rasulullah SAW, dengan sahabat-sahabatnya Abakar r.a., Umar r.a., Utsman r.a., dan 'Ali r.a., bertamu ke rumah Ali r.a.

Di rumah Ali r.a. istrinya Sayidatina Fathimah r.ha. putri Rasulullah SAW menghidangkan

untuk mereka madu yang diletakkan di dalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan sehelai rambut terikut di dalam mangkuk itu.
Baginda Rasulullah SAW kemudian meminta kesemua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut (Mangkuk yang cantik, madu, dan sehelai rambut).
Abubakar r.a. berkata, "iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut".

Umar r.a. berkata, "kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, seorang raja itu lebih manis dari madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Utsman r.a. berkata, "ilmu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu, dan ber'amal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
Ali r.a. berkata, "tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, menjamu tamu itu lebih manis dari madu, dan membuat tamu senang sampai kembali pulang ke rumanya adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Fatimah r.ha.berkata, "seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, wanita yang ber-purdah itu lebih manis dari madu, dan mendapatkan seorang wanita yangtak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Rasulullah SAW berkata, "seorang yang mendapat taufiq untuk ber'amal adalah lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, ber'amal dengan 'amal yang baik itu lebih manis dari madu, dan berbuat 'amal dengan ikhlas adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Malaikat Jibril AS berkata, "menegakkan pilar-pilar agama itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, menyerahkan diri; harta; dan waktu untuk usaha agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan usaha agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Allah SWT berfirman, " Sorga-Ku itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu, nikmat sorga-Ku itu lebih manis dari madu, dan jalan menuju sorga-Ku adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Begitulah kalimat-kalimat indah yang diucapkan, sebagai pelajaran bagi umat.

(Fakih Arma Yudha )
(dikutip dari www.percikan-iman.com)

Thursday, November 1, 2007

Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari api neraka

Allah Ta’ala berfirman,
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu”.(At-Tahrim : 6)

Menjaga keluarga dari siksa api neraka adalah wajib hukumnya, sebagaimana disampaikan Alloh dalam firman-Nya diatas. yang menjadi pertanyaan barangkali bagaimana caranya kita melakukannya, tidak lain adalah dengan ilmu. Ilmu dapat membimbing, menuntun kita kepada jalan yang semestinya kita lalui, dengan ilmu kita terbimbing kepada tujuan yang kita harapkan yaitu Jannah. Ilmu bak cahaya dikegelapan malam. maka tidak heran kalau Alloh dan Rosulnya menyanjung orang-orang yang berilmu di dalam firman-Nya dan sabdanya. untuk memenuhi kebutuhan ini mestinya kita mengajarkan kepada keluarga kita akan ilmu. Karena itu, adh-Dhahhak dan Muqatil menafsirkan ayat tersebut diatas , “Wajib bagi setiap muslim, mengajarkan keluarganya, kerabat dan hamba sahayanya akan apa yang diwajibkan oleh Allah atas mereka, dan apa yang dilarang-Nya.” Hal senada dikatakan oleh At-Thabari, “Hendaknya kita mengajari anak-anak dan keluarga kita masalah agama dan kebaikan, serta apa-apa yang penting dan dibutuhkan dalam persoalan adab dan akhlak.”

jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka!!!

Thursday, October 18, 2007

Dua Sifat Buruk Generasi muda kita

Dalam Surat Maryam ayat 59 disebutkan tentang dua sifat buruk generasi mendatang, yaitu meninggalkan sholat dan mengikuti hawa nafsu. hal ini dapat kita buktikan sekarang di zaman kita, mesjid-mesjid sepi dari generasi muda, penghuni mesjid kebanyakan dihuni para tua renta, dan hasil survey saudara kita Sony Set penggagas kampanye jangan bugil di depan kamera dalam bukunya menyebutkan lebih dari 500 sudah film porno diproduksi di dalam negeri kita ini dalam 1 tahun, dan kebanyakan pelakunya adalah generasi muda. na'uudzubillah. untuk itu untuk menghingatkan kembali kepada para orang tua untuk tidak bosan menyuruh putra putrinya menegakkan sholat, wa'mur ahlaka bishsholaati was thobir 'alaiha ( perintahkan keluargamu untuk sholat dan bersabarlah dalam menjalankan nya. Rasululloh senantiasa membangunkan putri dan menantunya untuk sholat malam, demikian pula abu bakar ash shidiq senantiasa mengunjungi rumah putranya abdurrahman bin abu bakar untuk mengingatkan untuk sholat. maka kita pun semestinya demikian selalu dan bersabar untuk memerinytahkan ahli/keluarga kita untuk sholat terutama kepada generasi penerus, agar jangan menjadi generasi yg disebutkan di dalam surat maryam di atas. dan tetntunya kita senantiasa memohon kepada Alloh 'azza wa jalla sebagaimana abul anbiya Ibrahim as berdo'a dengan do'a " Alloohummaj'alnii muqiimashsholaata wamin dzurriyyaatii ( Yaa Alloh jadikanlah aku termasuk hamba yang menegakkan Sholat begitu pula dengan anak keturunanku. Amiin

Monday, October 15, 2007

Ramadhan Mubaarok Telah Berlalu

Sedih bahagia dan cemas bercampur menjadi satu. itulah iklim hati tahunan tatkala Ramadhan berlalu Sedih karena keberkahan Ramadhan telah berlalu, bahagia karena kita telah memasuki Hari Raya Iedul Fitri Hari kemenangan, cemas karena apakah kita akan mendapati kembali Ramadhan Mubarok?. Yaa Robbanaa beri kami kesempatan kembali untuk bertemu Ramadhan Suci, hamba sadar akan ketidak maksimalan hamba dalam memanfaatkan waktu yang telah Engkau sediakan untuk hamba yang faqir ini, maafkan hamba yaa Rabbii atas kelalaian hamba sudi kiranya Engkau mengampuni kami berilah kami kesempatan..... berikan atsar yang baik bagi hamba. jadikanlah bulan bulan yang hamba lalui menjadi "Ramadhan" bagi hamba Yaa rabbii. hamba berlindung kepadaMU dari sifat kemunafikan, kekufuran dan kefasikan, panggil hambamu dengan panggilan kasih sayangMU. irhamnaa yaa arhamarroohimiin..

Wednesday, September 19, 2007

Figur Pemimpin Umar ra

"Pada suatu hari, Umar sedang berkhutbah. Bagian bawah bajunya kelihatan bertambal-tambal. Pada suatu ketika beliau lambat tiba di masjid untuk menunaikan fardhu Jumat. Beliau berkata kepada jemaah : "Maafkan saya. Saya terlambat kerana sibuk membasuh baju saya. Saya tidak ada yang lain untuk dipakai".
Utbah bin Abi farqad telah bertamu. Ketika itu Umar r.a sedang makan. Selepas mengizinkan Utbah masuk, dia menjemput Utbah makan bersama-sama. Roti yang diberi kepadanya terlalu keras sehingga Utbah tidah dapat menelannya. Utbah pun bertanya : "Mengapa tuan tidak menggunakan tepung yang baik untuk membuat roti"? Umar : "Adakah setiap orang Islam mampu menggunakan tepung yang baik untuk membuat roti"? Utbah : "Tidak". Umar : "Nampaknya kamu menginginkan aku menikmati segala jenis kebahagiaan dalam kehidupan di dunia ini".

Subhaanalloh seandainya ada pemimpin seperti ini sekarang niscaya negeri yang dipimpinnya sejahtera dan berkeadilan. Semoga....

Wednesday, September 12, 2007

Ada apa dengan Bismillah

"Basmalah" itulah sebutan untuk kalimat "Bismillahirrohmaanirrohiim", kalimat yang biasa diucapkan oleh semua orang, bahkan saya pernah juga mendengar orang non muslim mengucapkannya, jadi basmalah itu bisa dikatakan sudah menjadi kultur, sebagaimana kalimat-kalimat lain seperti assalamu alaikum, bertaqwa, insya Alloh dsb. namun dalam tulisan ini saya mencoba mengingatkan kembali bahwa bacaan basmalah adalah bacaan yang memiliki dampak luar biasa dalam kehidupan kita, tentunya apabila basmalah dibaca dengan penghayatan makna bukan sekedar adat, budaya, perkewoh(jawa),ben keren,dan embel-embel lainnya. apa sih dampaknya? wong cuman bacaan gampang gitu. eiit, jangan anggap remeh bung!. coba kita perhatikan hadist ini :

" dari Jabir ra , dia berkata : " saya mendengar Rasululloh SAW besabda: " Apabila seseorang masuk rumahnya dia menyebut nama Alloh Ta'ala pada waktu masuknya dan pada waktu makannya maka setan berkata pada teman-temannya: " Kalian tidak punya tempat bermalam dan tidak punya makan malam, apabila dia masuk tidak menyebut nama Alloh pada waktu masuknya itu maka setan berkata:" kalian mendapatkan tempat menginap dan apabila ia tidak menyebut nama Alloh pada waktu makan maka setan berkata :"Kalian mendapatkan tempat bermalam dan makan malam" (HR Muslim)

Siapa yang ingin makanannya berkah, rumah tangganya diliputi sakinah/ketenangan, jangan beri kesempatan kepada setan-setan itu memakan makanan kita dan jangan biarkan setan setan ikut tinggal dirumah kita, yang sudah barang tentu apabila para setan itu tinggal bersama kita mereka mempunyai keleluasaan untuk membuat gonjang-ganjing di rumah kita. Basmalah adalah solusi, jangan remehkan.....! yaa ikhwah.

Saturday, August 25, 2007

Sombong

"Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada sebesar Dzarroh dari kesombongan" begitu kurang lebih sabda Uswah hasanah kita Muhammad Rasululloh SAW. ada banyak contoh yang telah Alloh kabarkan kepada kita melalui lisan Rasululloh SAW yang mulia tentang beberapa kaum dan seseorang yang Alloh binasakan dengan sebab kesombongan atas kelebihan yang mereka miliki, sebut saja Kaum 'ad, tsamud, fir'aun, qorun dan banyak lagi. kalau ditulis disini takut sidang pembaca jadi bosen. yang jelas sombong adalah selendang kebesaran Alloh yang tidak boleh satupun makhluq di muka bumi ini merebutnya. hanya Alloh yang Maha Kuasa saja yang berhak menggunakannya. semoga saya yang faqir ini dijauhkan dari sifat sombong. Allohu a'lamu

Thursday, August 23, 2007

Bunga Rampai Ramadhan Mubarok

"Berpuasa pada bulan Ramadhan dan berpuasa sebanyak tiga hari pada setiap bulan akan menjauhkan fikiran jahat daripada hati dan membersihkannya."

Ramadhan menjenguk lagi. Dan sedari awal kedatangannya memang dinanti. Inilah masa yang paling sesuai untuk merebut ganjaran pahala yang berlipat kali ganda tanpa diganggu-gugat oleh syaitan dan iblis, hanya nafsu yang perlu dikawal. Setiap individu mempunyai cara yang tersendiri menyambut Ramadhan. Ada juga mukmin yang memulakan sambutan puasa dengan berpuasa sunat.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang bermaksud:

"Janganlah kamu mendahului Ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari sebelumnya, kecuali seseorang yang telah membiasakan diri berpuasa sunat, maka ia dibolehkan berpuasa." - HR Tujuh Ahli Hadith

Puasa Ramadhan tidak boleh diawali dengan berpuasa sunat atas alasan ingin menyambut ketibaan Ramadhan. Namun, jika seseorang individu itu telah biasa dan memang mengamalkan berpuasa sunat di dalam hidupnya, maka individu ini tidak

ditegah untuk berpuasa sunat walaupun puasa sunat yang dilakukannya adalah pada sehari atau dua hari sebelum kedatangan Ramadhan. Malahan, hal seperti ini dibolehkan di dalam Islam. Misalnya, jika seseorang itu telah biasa berpuasa sunat pada setiap hari Isnin dan Ramadhan pada tahun itu jatuh pada hari Selasa, maka individu itu dibolehkan meneruskan puasa sunatnya sebagaimana lazimnya.

Namun jika individu itu sengaja melakukan puasa sunat sedangkan itu bukanlah kebiasaan amalannya, maka puasa seperti ini adalah diharamkan kerana ia dikatakan sebagai mendahului ibadat puasa Ramadhan. Walaupun ada segolongan individu yang berpendapat puasa seperti ini sebagai satu penghormatan untuk menyambut ketibaan Ramadhan tetapi Rasulullah SAW sendiri menidakkan dalil yang sebegini dan mencegah sama sekali amalannya.

Terdapat segelintir golongan bukan Islam yang berpendapat ibadat puasa ini tidak lain daripada meletih dan menyeksakan lantaran pantang larang yang perlu dipatuhi, namun pendapat-pendapat sebegini mula terhakis berikutan penemuan dan kajian yang dijalankan menunjukkan bahawa puasa adalah satu amalan yang baik bagi menjamin tahap kesihatan mental dan fizikal secara keseluruhannya.

Di samping menerangkan kepada mereka tentang konsep sebenar ibadat dalam Islam, kita sentiasa digalakkan untuk memperbaiki dan menambah amalan dari semada ke semasa terutamanya di dalam bulan Ramadhan ini. Ibadat utama dalam Ramadhan ialah untuk mengerjakan puasa.

"Barangsiapa tidak membulatkan niatnya berpuasa sebelum fajar (subuh), maka tidak ada puasa baginya." - HR Ahmad & Ashabus Sunan

Awal puasa ialah berniat untuk mengerjakan ibadat tersebut.

Niat puasa terbahagi kepada dua yaitu:

Berniat setiap malam sebelum datangnya waktu Subuh - seseorang yang berkeinginan untuk berpuasa, wajib menyatakan niatnya; Berniat pada awal bulan Ramadhan sebelum datangnya waktu Subuh - seseorang yang ingin berpuasa pada bulan tersebut, wajib menyatakan niatnya untuk berpuasa selama satu bulan Ramadhan.

Kedua-dua pengertian ini boleh diterima pakai, namun bagi mendidik anak-anak kecil berlatih berpuasa, lebih wajar jika kaedah yang pertama ini diterapkan kepada mereka. Manakala kaedah yang kedua pula lebih mudah dan meringankan Seseorang yang akan mengerjakan ibadat puasa selama sebulan Ramadhan, memadai jika menyatakan niat puasanya sekali pada malam pertama Ramadhan. Jika niatnya dinyatakan setiap malam, maka hal ini dikategorikan sebagai sunat dan tidak mendatangkan sebarang kemudaratan.

Empat Tuntunan

"Wahai orang-orang yang beriman, telah wajib ke atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan ke atas umat-umat sebelum kamu, semoga kamu menjadi orang yang bertakwa." - Surah Al Baqarah: 183

Ramadhan adalah bulan yang amat bermakna bagi mereka yang tahu menilai dan menghargai kelebihannya. Ramadhan merupakan masa untuk menguji tahap kesabaran, waktu menunjukkan simpati kepada yang memerlukan ihsan, juga bulan mulia untuk menambah ibadat dan amalan.

Rasulullah SAW telah menggariskan empat amalan utama yang digalakkan dalam bulan ini yaitu;

1. Melazimkan bacaan kalimah taiyibah;

2. Beristighfar;

3. Memohon memasuki jannah dan

4. Berlindung dengan-Nya daripada neraka jahannam.

Rasulullah SAW telah menggesa para sahabat untuk menjadikan keempat-empat perkara ini sebagai suatu amalan. Abu Saeed Khudri r.a meriwayatkan bahawa:

"Suatu ketika Nabi Musa AS memohon kepada Allah SWT agar diberikan satu kalimat khas yang mana Baginda dapat mengingati Allah SWT dan dapat memohon sesuatu melaluinya. Lantas Allah SWT menyuruhnya menyebut kalimah tersebut. Nabi Musa AS berkata: "Wahai Allah, kalimah ini dibaca oleh semua hamba-Mu, aku mengkehendaki yang khusus." Lalu Allah SWT menjawab, "Wahai Musa, jika ketujuh-tujuh langit dan bumi dan semua yang terkandung di dalamnya kecuali Aku diletakkan ke atas sebelah dacing dan kalimah ini pada sebelah yang lain, kalimah ini lebih berat lagi daripada segala sesuatu."

Di dalam hadis yang lain pula dinyatakan bahawa jika seseorang menyebut kalimah taiyibah ini, iaitu "laa ilaha illallah" dengan seikhlas hati, maka pintu syurga akan segera terbuka untuknya.

Kita juga digalakkan untuk memperbanyakkan istighfar kerana Allah SWT telah berjanji akan memberi kita jalan keluar daripada segala kesukaran dan membebaskan kita daripada segala kesedihan. Malahan sesiapa yang memperbanyakkan istighfar akan memperolehi rezeki daripada sumber yang tidak pernah disangkakan. Kalimah istighfar yang mudah disebut adalah seperti "astaghfirullah". Tidak ada batasan dalam mengulang sebutan istighfar ini. Semakin kerap ia diulang, semakin banyaklah pahala yang dikumpul.

Di samping itu, kita turut dituntut agar sentiasa berdoa supaya ditempatkan di dalam syurga sambil meminta kepada Yang Maha Esa menjauhkan kita daripada ancaman api neraka. Doa yang boleh diamalkan untuk memohon agar ditempatkan di dalam syurga ialah seperti berikut:

"Allahhumma as'alukal jannata wa a'uzubika minannar."

Dengan memperbanyakkan amalan di atas, maka akan bertambah banyaklah amal ibadah yang kita lakukan untuk memenuhi bulan Ramadhan ini. Ramadhanlah masanya yang paling sesuai untuk memperbanyakkan ibadah lantaran tiadanya gangguan godaan daripada iblis dan syaitan.

Justeru, sebagai umat yang sentiasa mendambakan kasih sayang-Nya, perhatian dan ganjaran-ganjaran yang telah dijanjikan-Nya, maka layaklah kita sebagai hamba-Nya merebut peluang ini yang datang hanya sekali dalam setahun. Jika kita sanggup berhabis wang ringgit semata-mata untuk tujuan kecantikan

dan hiburan, maka Allah SWT memberi peluang untuk kita berkunjung ke syurga-Nya secara percuma. Tidak perlukan bayaran, hanya sedikit masa dan keikhlasan. Masih enggankah lagi kita menerima tawaran ini? Fikirkan.

Keutamaan Sahur dan Kurma

“Sahurlah kamu kerana dalam sahur itu ada berkat.” -HR Bukhari dan Muslim

Ibadat puasa adalah satu perkara yang dituntut dan diwajibkan ke atas semua umat Islam yang telah cukup umur dan berkemampuan. Dalam mengerjakan ibadat puasa, sahur adalah satu amalan sunat yang digalakkan kepada mereka yang berpuasa. Namun dalam era globalisasi yang sentiasa bergerak pantas ini, umat muslimin menjadikannya sebagai satu alasan untuk tidak bersahur. Mengantuk dan letih kerap dijadikan jawapan kepada keengganan bersahur walaupun ia telah dianjurkan oleh Rasulullah SAW kepada setiap yang berpuasa.

Umum begitu arif dengan kaum lain yang juga mengerjakan puasa, namun apakah yang membezakan amalan puasa kaum muslimin dengan mereka? Perbezaannya jelas terletak di dalam pengambilan makanan sahur yang mana mereka tidak bersahur. Ramai juga yang tidak menyedari bahawa pada waktu bersahur juga adalah waktu yang mustajab untuk berdoa dan Allah SWT tidak akan menghampakan doa mereka.

Bagi mereka yang bersahur Allah SWT akan memberi keuntungan yang berlipat kali ganda. Selain daripada memperolehi kekenyangan dan kekuatan untuk mengerjakan ibadat puasa pada sebelah siangnya, mereka juga akan memperolehi berkat yang diturunkan pada sepanjang hari mereka melaksanakan ibadat tersebut.

Ibnu Hajar dalam mengulas Sahih Bukhari telah menerangkan beberapa kelebihan puasa, yang antara lainnya ialah:

· Menuruti sunnah;

· Membedakan diri dengan Ahlul Kitab;

· Menambah kekuatan untuk beribadat;

· Meningkatkan keikhlasan dalam beribadat;

· Menghilangkan perasaan marah yang diakibatkan oleh kelaparan dan

· Mendapat peluang untuk mengingati Allah dengan berzikir dan berdoa.

Namun, kita tidak digalakkan untuk mengambil terlalu sedikit atau terlalu banyak makanan pada waktu sahur. Memadai dalam anggaran yang secukupnya bagi membantu untuk mengerjakan puasa pada keesokan harinya kerana pengambilan makanan yang terlalu banyak atau sikit pasti akan menimbulkan rasa kurang selesa. Sebaik-baik sahur yang dianjurkan ialah dengan memakan buah kurma atau tamar. Bersahur dengan memakan kurma adalah sebahagian daripada sunnah Nabi, justeru jika kita mengamalkannya, Allah SWT akan memberikan pahala sebagai ganjaran.

Abu Hurairah ra berkata, “Sabda Rasulullah SAW: Sebaik-baik makanan sahur bagi orang mukmin adalah kurma.” -HR Ibnu Hibban & Baihaqi

Seandainya keletihan menimbulkan kesukaran untuk bersahur, Rasulullah SAW menganjurkan agar tetap mengambil sebiji kurma ataupun memadai dengan seteguk air untuk mengisi perut.

Waktu sahur yang paling afdhal ialah pada waktu menjelang Subuh, iaitu kira-kira 10 atau 15 minit sebelum bilal melaungkan azan Subuh. Rasulullah SAW juga pernah bersabda bahawa waktu bersahur itu adalah bersamaan dengan bacaan 50 ayat suci Al-Quran.

Berbuka Puasa

"Manusia akan sentiasa berada dalam kebaikan selama ia menyegerakan dalam berbuka." -HR Bukhari Muslim

Tiada yang lebih dinantikan selama waktu berpuasa sepanjang siang melainkan waktu berbuka puasa. Apabila tiba Maghrib, maka muslimin yang berpuasa disunatkan agar menyegerakan berbuka lantaran ganjaran pahala yang lebih banyak daripada mereka yang menunda waktu berbuka.Rasulullah SAW juga menyeru umatnya agar tidak tergesa-gesa ketika berbuka puasa. Makanlah dengan sewajarnya namun janganlah pula sehingga habis waktu untuk menunaikan solat

Maghrib. Ini sejajar dengan sabda Baginda yang bermaksud:

"Apabila makanan telah dihidangkan, maka dahulukanlah makan daripada solat Maghrib dan janganlah kamu tergesa-gesa ketika makan makanan malam kamu." -HR Bukhari Muslim

Mendahului berbuka dengan memperbanyakkan doa adalah suatu yang dituntut kerana Allah SWT telah berjanji akan mengabulkan doa mereka yang berpuasa. Sebaiknya hendaklah doa yang meminta supaya diampunkan segala dosa yang pernah dilakukan pada masa lalu. Doa ini bukan sahaja dituntut ketika hendak berbuka puasa wajib tetapi juga ketika berpuasa sunat.

Terdapat beberapa doa pilihan yang boleh dijadikan pedoman ketika berbuka, iaitu:·

- "Allahumma laka shumtu wa 'alaa rizqika afthartu."

(Ya Allah, demi Engkau, aku puasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka)

- "Alhamdulillahiladzi a'aanani fashumtu wa razaqani fa afthartu."

(Segala puji bagi Allah, tuhan yang menolongku, sehingga aku (sanggup) berpuasa dan memberiku rezeki, sehingga aku (dapat) berbuka)

- "Allahumma laka shumnaa wa 'alaa rizqika aftharnaa, fa taqabbal minnaa innaka antas samiiul 'aliim."

(Ya Allah, demi Engkau kami berpuasa dan dengan rezeki-Mu kami berbuka, maka terimalah (puasa) dari kami. Sesungguhnya Engkau benar-benar Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui)

- "Allahumma inni as 'aluka bi rahmatikallati wasi'at kulla syai'in antaghfiralii."

(Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang luasnya meliputi segenap (makhluk) agar Engkau mengampuni diriku)

Walau bagaimanapun, menurut Imam Nawawi dalam Kitab Al-Azkar, doa-doa berbuka puasa tiada yang sahih. Rasulullah SAW bersabda bahawa setiap individu boleh berdoa apa sahaja sesuai dengan keinginan mereka. Namun sebagai manusia biasa, adakalanya doa yang dipanjatkan tidak dimakbulkan Allah SWT. Jika hal ini berlaku maka kita hendaklah mengkaji di mana kesilapan kita. Mungkin juga makanan atau minuman yang kita ambil datang daripada sumber yang tidak sah kerana salah satu syarat supaya doa kita dimakbulkan ialah sumber makanan kita haruslah daripada sumber yang halal.

Bukan sahaja dari segi makan minum harian, malah kita sepatutnya lebih teliti dalam melakukan dan memperkatakan apa jua perkara, termasuklah dalam urusan yang kita anggap sebagai kecil dan remeh-temeh. Masalah tidak akan timbul jika kita menyelesaikan perkara yang kecil terlebih dahulu sebelum ianya menjadi lebih besar.

Lailatul Qodar

"…(iaitu) ada pada bulan Ramadhan. Kerana itu, hendaklah kamu mencarinya pada sepuluh hari terakhir. Kerana ia terdapat pada hari-hari ganjil, iaitu pada malam 21, atau malam 23, atau malam 25, atau malam 27, atau malam 29, atau malam terakhir." - HR Ahmad

Lailatul Qadar adalah satu malam istimewa yang dikurniakan kepada umat Muhammad SAW lantaran kebimbangan Baginda terhadap usia umatnya yang semakin pendek. Bagi mengatasi keraguan ini, maka Allah SWT menurunkan malam Lailatul Qadar yang membawa pahala seperti beribadat selama 83 tahun. Ini bagi menyamakan jarak masa umat terdahulu dengan umat Baginda pada hari ini dalam mengerja dan mendapatkan pahala beribadat.

Suatu masa Baginda hendak memberitahu kaumnya mengenai tarikh Lailatul Qadar yang tepat tetapi terjadi satu pergaduhan di antara dua orang muslim. Jelas Baginda, maka itu rahmat (tarikh Lailatul Qadar) telah diambil kembali. Sesungguhnya perbalahan kerapkali menyebabkan kita kehilangan nikmat dan rahmat. Justeru, Baginda menyarankan kepada kaum muslimin agar menghubungkan silaturrahim kerana ia adalah amalan yang lebih baik daripada solat, puasa dan sedekah. Silaturrahim juga akan meningkatkan iman di dalam sesuatu kaum.

Pada zaman Rasulullah SAW, ramai ulama dan sahabat menyambut Lailatul Qadar dengan tekun mengerjakan ibadat. Rasulullah SAW sendiri tidak pernah lalai dalam hal ini walaupun Baginda telah dijanjikan tempat di sisi-Nya. Malahan Baginda khusyuk beribadat sehingga kakinya bengkak tanpa memikirkan kesakitan yang ditanggung.

Kita sebagai umatnya juga harus mengikuti contoh ini. Tidak sepatutnya kita memilih untuk mengikuti sunnah Baginda yang dirasakan mendatangkan faedah yang besar kepada kita sahaja kerana sememangnya semua sunnah Nabi memberi faedah. Namun, apabila memperkatakan hal ibadat, jarang sekali kita mahu mencontohinya. Bak kata pepatah tepuk dada, tanya selera.

Perbanyakkanlah amalan pada Malam Lailatul Qadar seperti membaca Al-Quran, bertasbih dan bertahmid. Dan ia sesungguhnya boleh ditemui jika kita dapat membezakan malam tersebut dengan malam-malam sebelumnya.

Rasulullah SAW telah menjelaskan di antara tanda-tanda Lailatul Qadar ialah:

· Malam yang sepi, tenang dan bercahaya;

· Tidak panas atau sejuk (sederhana) seolah bulan memancar terang;

· Tiada petir atau kilat sabung menyabung sehingga subuh;

· Pada paginya matahari akan timbul tanpa pancaran cahaya, seperti bulan mengambang

Tanda ini amat jarang ditemui, kecuali tanda terakhir yang pernah terjadi. Andai bertemu dengan malam ini, maka ucapkanlah doa berikut yang bermaksud:

"Ya Allah, sesungguhnya Engkaulah yang mengurniakan keampunan terhadap dosaku. Dikau suka mengampun, maka ampunilah daku."

Pada malam ini juga Jibrail a.s akan turun ke bumi dan mengarahkan setiap malaikat berkunjung, memberi salam dan berjabat tangan dengan mukmin yang sedang beribadat di rumah mereka. Namun malaikat-malaikat ini tidak akan mendatangi mana-mana rumah yang di dalamnya ada haiwan-haiwan peliharaan yang haram, penzina, juga rumah yang di dalamnya tergantung perhiasan atau gambar haiwan dan manusia. Justeru, awasilah perlakuan kita dan sentiasalah berusaha meningkatkan iman, terutamanya dalam Ramadhan ini.

Saturday, August 18, 2007

Kecintaan Mu'adz bin Jabal ra pada Rasulullah SAW

Detik Kewafatan Rasullullah SAW

Dari Ibnu Mas'ud ra bahwa ia berkata: Ketika ajal Rasulullah SAW sudah dekat, baginda mengumpul kami di rumah Siti Aisyah ra. Kemudian baginda memandang kami sambil berlinangan air matanya, lalu bersabda:


"Marhaban bikum, semoga Allah memanjangkan umur kamu semua, semoga Allah menyayangi, menolong dan memberikan petunjuk kepada kamu. Aku berwasiat kepada kamu, agar bertakwa kepada Allah. Sesungguhnya aku adalah sebagai pemberi peringatan untuk kamu. Janganlah kamu berlaku sombong terhadap Allah." Allah berfirman: "Kebahagiaan dan kenikmatan di akhirat. Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan dirinya dan membuat kerosakan di muka bumi. Dan kesudahan syurga itu bagi orang-orang yang bertakwa."

Kemudian kami bertanya: "Bilakah ajal baginda ya Rasulullah? Baginda menjawab: Ajalku telah hampir, dan akan pindah ke hadhrat Allah, ke Sidratulmuntaha dan ke Jannatul Makwa serta ke Arsyi la' la." Kami bertanya lagi: "Siapakah yang akan memandikan baginda ya Rasulullah? Rasulullah menjawab: Salah seorang ahli bait. Kami bertanya: "Bagaimana nanti kami mengafani baginda ya Rasulullah?" Baginda menjawab: "Dengan bajuku ini atau pakaian Yamaniyah." Kami bertanya: "Siapakah yang mensolatkan baginda di antara kami?" Kami menangis dan Rasulullah SAW pun turut menangis.

Kemudian baginda bersabda: "Tenanglah, semoga Allah mengampuni kamu semua. Apabila kamu semua telah memandikan dan mengafaniku, maka letaklah aku di atas tempat tidurku, di dalam rumahku ini, di tepi liang kuburku, kemudian keluarlah kamu semua dari sisiku. Maka yang pertama-tama mensolatkan aku adalah sahabatku Jibril as. Kemudian Mikail, kemudian Israfil kemudian Malaikat Izrail (Malaikat Maut) beserta bala tenteranya. Kemudian masuklah anda dengan sebaik-baiknya. Dan hendaklah yang mula solat adalah kaum lelaki dari pihak keluargaku, kemudian yang wanita-wanitanya, dan kemudian kamu semua."

Semenjak hari itulah Rasulullah SAW bertambah sakitnya, yang ditanggungnya selama 18 hari, setiap hari ramai yang mengunjungi baginda, sampailah datangnya hari Senin, di saat baginda menghembus nafas yang terakhir. Sehari menjelang baginda wafat yaitu pada hari Ahad, penyakit baginda semakin bertambah serius. Pada hari itu, setelah Bilal bin Rabah ra. selesai mengumandangkan azannya, ia berdiri di depan pintu rumah Rasulullah SAW, kemudian memberi salam: "Assalamualaikum ya Rasulullah?" Kemudian ia berkata lagi "Assolah yarhamukallah." Fatimah menjawab: "Rasulullah dalam keadaan sakit?" Maka kembalilah Bilal ke dalam masjid, ketika bumi terang disinari matahari siang, Bilal datang lagi ke tempat Rasulullah, lalu ia berkata seperti perkataan yang tadi. Kemudian Rasulullah memanggilnya dan menyuruh ia masuk. Setelah Bilal bin Rabah masuk, Rasulullah SAW bersabda: "Saya sekarang dalam keadaan sakit, Wahai Bilal, kamu perintahkan saja agar Abu Bakar menjadi imam dalam solat." Maka keluarlah Bilal sambil meletakkan tangan di atas kepalanya sambil berkata: "Aduhai, alangkah baiknya bila aku tidak dilahirkan ibuku?" Kemudian ia memasuki masjid dan berkata kepada Abu Bakar ra. agar beliau menjadi imam dalam solat tersebut. Ketika Abu Bakar ra. melihat ke tempat Rasulullah SAW yang kosong, sebagai seorang lelaki yang lemah lembut, ia tidak dapat menahan perasaannya lagi, lalu ia menjerit dan akhirnya ia pingsan.

Orang-orang yang berada di dalam masjid menjadi ribut sehingga terdengar oleh Rasulullah SAW. Baginda bertanya: "Wahai Fatimah, suara apakah yang ribut itu? Fatimah rha. menjawab: "Orang-orang menjadi ribut dan bingung kerana Rasulullah SAW tidak ada bersama mereka." Kemudian Rasulullah SAW memanggil Ali bin Abi Thalib dan ibnu Abbas ra, sambil dibimbing oleh mereka berdua, maka baginda berjalan menuju ke masjid. Baginda solat dua rakaat, setelah itu baginda melihat kepada orang ramai dan bersabda:

"Ya ma'aasyiral Muslimin, kamu semua berada dalam pemeliharaan dan perlindungan Allah, sesungguhnya Dia adalah penggantiku atas kamu semua setelah aku tiada. Aku berwasiat kepada kamu semua agar bertakwa kepada Allah SWT, kerana aku akan meninggalkan dunia yang fana ini. Hari ini adalah hari pertamaku memasuki alam akhirat, dan sebagai hari terakhirku berada di alam dunia ini."

Malaikat Maut Datang Bertamu Pada hari esoknya, yaitu pada hari Senin, Allah mewahyukan kepada Malaikat Maut supaya ia turun menemui Rasulullah SAW dengan berpakaian sebaik-baiknya. Dan Allah menyuruh kepada Malaikat Maut mencabut nyawa Rasulullah SAW dengan lemah lembut. Seandainya Rasulullah menyuruhnya masuk, maka ia dibolehkan masuk, namun jika Rasulullah SAW tidak mengizinkannya, ia tidak boleh masuk, dan hendaklah ia kembali saja. Maka turunlah Malaikat Maut untuk menunaikan perintah Allah SWT. Ia menyamar sebagai seorang biasa.

Setelah sampai di depan pintu tempat kediaman Rasulullah SAW, Malaikat Maut itupun berkata: "Assalamualaikum Wahai ahli rumah kenabian, sumber wahyu dan risalah!"

Fatimah rha berkata kepada tamunya itu: "Wahai Abdullah (Hamba Allah), Rasulullah sekarang dalam keadaan sakit." Kemudian Malaikat Maut itu memberi salam lagi: "Assalamualaikum. Bolehkah saya masuk?" Akhirnya Rasulullah SAW mendengar suara Malaikat Maut itu, lalu baginda bertanya kepada puterinya Fatimah: "Siapakah yang ada di muka pintu itu? Fatimah menjawab: "Seorang lelaki memanggil ayah, saya katakan kepadanya bahwa ayahanda dalam keadaan sakit. Kemudian ia memanggil sekali lagi dengan suara yang menggetarkan sukma." Rasulullah SAW bersabda: "Tahukah kamu siapakah dia?"Fatimah menjawab: "Tidak wahai baginda." Lalu Rasulullah SAW menjelaskan: "Wahai Fatimah, ia adalah pengusir kelazatan, pemutus keinginan, pemisah jemaah dan yang meramaikan kubur."

Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Masuklah, Wahai Malaikat Maut. Maka masuklah Malaikat Maut itu sambil mengucapkan `Assalamualaika ya Rasulullah." Rasulullah SAW pun menjawab: Waalaikassalam Ya Malaikat Maut. Engkau datang untuk berziarah atau untuk mencabut nyawaku?" Malaikat Maut menjawab: "Saya datang untuk ziarah sekaligus mencabut nyawa. Jika tuan izinkan akan saya lakukan, kalau tidak, saya akan pulang. Rasulullah SAW bertanya: "Wahai Malaikat Maut, di mana engkau tinggalkan kecintaanku Jibril? "Saya tinggal ia di langit dunia?" Jawab Malaikat Maut.

Baru saja Malaikat Maut selesai bicara, tiba-tiba Jibril as datang kemudian duduk di samping Rasulullah SAW.Maka bersabdalah Rasulullah SAW: "Wahai Jibril, tidakkah engkau mengetahui bahwa ajalku telah dekat? Jibril menjawab: Ya, Wahai kekasih Allah." Seterusnya Rasulullah SAW bersabda: "Beritahu kepadaku Wahai Jibril, apakah yang telah disediakan Allah untukku di sisinya? Jibril pun menjawab: "bahwa pintu-pintu langit telah dibuka, sedangkan malaikat-malaikat telah berbaris untuk menyambut rohmu." Baginda SAW bersabda: "Segala puji dan syukur bagi Tuhanku. Wahai Jibril, apa lagi yang telah disediakan Allah untukku? Jibril menjawab lagi: bahwa pintu-pintu Syurga telah dibuka, dan bidadari-bidadari telah berhias, sungai-sungai telah mengalir, dan buah-buahnya telah ranum, semuanya menanti kedatangan rohmu." Baginda SAW bersabda lagi: "Segala puji dan syukur untuk Tuhanku. Beritahu lagi wahai Jibril, apa lagi yang di sediakan Allah untukku? Jibril menjawab: Aku memberikan berita gembira untuk tuan. Tuanlah yang pertama-tama diizinkan sebagai pemberi syafaat pada hari kiamat nanti." Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Segala puji dan syukur, aku panjatkan untuk Tuhanku.

Wahai Jibril beritahu kepadaku lagi tentang khabar yang menggembirakan aku?" Jibril as bertanya: "Wahai kekasih Allah, apa sebenarnya yang ingin tuan tanyakan? Rasulullah SAW menjawab: "Tentang kegelisahanku, apakah yang akan diperolehi oleh orang-orang yang membaca Al-Quran sesudahku? Apakah yang akan diperolehi orang-orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan sesudahku? Apakah yang akan diperolehi orang-orang yang berziarah ke Baitul Haram sesudahku?" Jibril menjawab: "Saya membawa khabar gembira untuk baginda. Sesungguhnya Allah telah berfirman: Aku telah mengharamkan Syurga bagi semua Nabi dan umat, sampai engkau dan umatmu memasukinya terlebih dahulu." Maka berkatalah Rasulullah SAW: "Sekarang, tenanglah hati dan perasaanku.

Wahai Malaikat Maut dekatlah kepadaku?" Lalu Malaikat Maut pun berada dekat Rasulullah SAW. Ali ra bertanya: "Wahai Rasulullah SAW, siapakah yang akan memandikan baginda dan siapakah yang akan mengafaninya? Rasulullah menjawab: Adapun yang memandikan aku adalah engkau wahai Ali, sedangkan Ibnu Abbas menyiramkan airnya dan Jibril akan membawa hanuth (minyak wangi) dari dalam Syurga. Kemudian Malaikat Maut pun mulai mencabut nyawa Rasulullah. Ketika roh baginda sampai di pusat perut, baginda berkata: "Wahai Jibril, alangkah pedihnya maut." Mendengar ucapan Rasulullah itu, Jibril as memalingkan mukanya. Lalu Rasulullah SAW bertanya: "Wahai Jibril, apakah engkau tidak suka memandang mukaku? Jibril menjawab: Wahai kekasih Allah, siapakah yang sanggup melihat muka baginda, sedangkan baginda sedang merasakan sakitnya maut?" Akhirnya roh yang mulia itupun meninggalkan jasad Rasulullah SAW. Kesedihan Sahabat Berkata Anas ra: "Ketika aku melalui depan pintu rumah Aisyah ra aku dengar ia sedang menangis, sambil mengatakan: Wahai orang-orang yang tidak pernah memakai sutera. Wahai orang-orang yang keluar dari dunia dengan perut yang tidak pernah kenyang dari gandum. Wahai orang yang telah memilih tikar dari singgahsana. Wahai orang yang jarang tidur di waktu malam kerana takut Neraka Sa'ir."

Dikisahkan dari Said bin Ziyad dari Khalid bin Saad, bahwa Mu'adz bin Jabal ra telah berkata: "Rasulullah SAW telah mengutusku ke Negeri Yaman untuk memberikan pelajaran agama di sana. Maka tinggallah aku di sana. Pada satu malam aku bermimpi dikunjungi oleh seseorang, kemudian orang itu berkata kepadaku: "Apakah anda masih tidur juga wahai Mu'adz, padahal Rasulullah SAW telah berada di dalam tanah." Mu'adz terbangun dari tidur dengan rasa takut, lalu ia mengucapkan: "A'uzubillahi minasy syaitannir rajim?" Setelah itu ia lalu mengerjakan solat. Pada malam seterusnya, ia bermimpi seperti mimpi malam yang pertama. Mu'adz berkata: "Kalau seperti ini, bukanlah dari syaitan?" Kemudian ia memekik sekuat-kuatnya, sehingga didengar sebahagian penduduk Yaman.

Pada esok harinya orang ramai berkumpul, lalu Mu'adz berkata kepada mereka: "Malam tadi dan malam sebelumnya saya bermimpi yang sukar untuk difahami. Dahulu, bila Rasulullah SAW bermimpi yang sukar difahami, baginda membuka Mushaf (al-Quran). Maka berikanlah Mushaf kepadaku. Setelah Mu'adz menerima Mushaf, lalu dibukanya maka nampaklah firman Allah yang bermaksud:

"Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati pula?" (Az-Zumar: 30).

Maka menjeritlah Mu'adz, sehingga ia tak sadarkan diri. Setelah ia sadar kembali, ia membuka Mushaf lagi, dan ia nampak firman Allah yang berbunyi:

"Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada orang-orang yang bersyukur?" (Ali-lmran: 144)

Maka Mu'adz pun menjerit lagi: "Aduhai Abal-Qassim. Aduhai Muhammad?" Kemudian ia keluar meninggalkan Negeri Yaman menuju ke Madinah. Ketika ia akan meninggalkan penduduk Yaman, ia berkata: "Seandainya apa yang kulihat ini benar. Maka akan meranalah para janda, anak-anak yatim dan orang-orang miskin, dan kita akan menjadi seperti biri-biri yang tidak ada pengembala." Kemudian ia berkata: "Aduhai sedihnya berpisah dengan Nabi Muhammad SAW?" Lalu iapun pergi meninggalkan mereka.

Di saat ia berada pada jarak lebih kurang tiga hari perjalanan dari Kota Madinah, tiba-tiba terdengar olehnya suara halus dari tengah-tengah lembah, yang mengucapkan firman Allah yang bermaksud: "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati." Lalu Mu'adz mendekati sumber suara itu, setelah berjumpa, Mu'adz bertanya kepada orang tersebut: "Bagaimana khabar Rasulullah SAW? Orang tersebut menjawab: Wahai Mu'adz, sesungguhnya Muhammad SAW telah meninggal dunia. Mendengar ucapan itu Mu'adz terjatuh dan tak sadarkan diri. Lalu orang itu menyadarkannya, ia memanggil Mu'adz: Wahai Mu'adz sadarlah dan bangunlah." Ketika Mu'adz sadar kembali, orang tersebut lalu menyerahkan sepucuk surat untuknya yang berasal dari Abu Bakar Assiddik, dengan cop dari Rasulullah SAW. Tatkala Mu'adz melihatnya, ia lalu mencium cop tersebut dan diletakkan di matanya, kemudian ia menangis dengan tersedu-sedu. Setelah puas ia menangis iapun melanjutkan perjalanannya menuju Kota Madinah.

Mu'adz sampai di Kota Madinah pada waktu fajar menyingsing. Didengarnya Bilal sedang mengumandangkan azan Subuh. Bilal mengucapkan: "Asyhadu Allaa Ilaaha Illallah?" Mu'adz menyambungnya: "Wa Asyhadu Anna Muhammadur Rasulullah?" Kemudian ia menangis dan akhirnya ia jatuh dan tak sadarkan diri lagi. Pada saat itu, di samping Bilal bin Rabah ada Salman Al-Farisy ra lalu ia berkata kepada Bilal: "Wahai Bilal sebutkanlah nama Muhammad dengan suara yang kuat dekatnya, ia adalah Mu'adz yang sedang pingsan. Ketika Bilal selesai azan, ia mendekati Mu'adz, lalu ia berkata: "Assalamualaika, angkatlah kepalamu wahai Mu'adz, aku telah mendengar dari Rasulullah SAW, baginda bersabda: "Sampaikanlah salamku kepada Mu'adz." Maka Mu'adz pun mengangkatkan kepalanya sambil menjerit dengan suara keras, sehingga orang-orang menyangka bahwa ia telah menghembus nafas yang terakhir, kemudian ia berkata: "Demi ayah dan ibuku, siapakah yang mengingatkan aku pada baginda, ketika baginda akan meninggalkan dunia yang fana ini, wahai Bilal? Marilah kita pergi ke rumah isteri baginda Siti Aisyah ra."

Ketika sampai di depan pintu rumah Siti Aisyah, Mu'adz mengucapkan: "Assalamualaikum ya ahlil bait, wa rahmatullahi wa barakatuh?" Yang keluar ketika itu adalah Raihanah, ia berkata: "Aisyah sedang pergi ke rumah Siti Fatimah. Kemudian Mu'adz menuju ke rumah Siti Fatimah dan mengucapkan: "Assalamualaikum ya ahli bait." Siti Fatimah menyambut salam tersebut, kemudian ia berkata,

"Rasulullah SAW bersabda: Orang yang paling alim di antara kamu tentang perkara halal dan haram adalah Mu'adz bin Jabal, ia adalah kekasih Rasulullah SAW."

Kemudian Fatimah berkata lagi: "Masuklah wahai Mu'adz?" Fatimah rha lalu berkata kepadanya: "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Sampaikanlah salam saya kepada Mu'adz dan khabarkan kepadanya bahwa ia kelak di hari kiamat sebagai imam ulama." Kemudian Mu'adz bin Jabal keluar dari rumah Fatimah ha menuju ke arah kubur Rasulullah SAW.

Gurau Dan Canda Rosululloh SAW

Rosululloh bergaul dengan semua orang, beliau menerima hamba,orang buta dan anak-anak. Beliau bergurau dengan anak kecil, bermain-main dengan mereka, bersenda gurau dengan orang tua. Akan tetapi beliau tidak berkata kecuali yang benar saja.
Suatu hari seorang perempuan datang kepada beliau lalu berkata,
"Ya Rasululloh! Naikkan saya ke atas anak unta ", katanya.
"Aku akan naikkan engkau ke atas anak unta", kata Rasululloh SAW.
"ia tidak mampu", kata perempuan itu.
"Tidak, aku akan naikkan engkau ke atas anak unta".
"ia tidak mampu".
Para sahabat yang berada di situ berkata,
"bukankah unta itu juga anak unta?"

datang seorang perempuan lain, dia memberitahu Rasulullpoh SAW,
"Ya Rasululloh, suamiku jatuh sakit. Dia memanggilmu".
"semoga suamimu yang dalam matanya putih", kata Rasululloh SAW.
perempuan itu kembali ke rumahnya. dan dia pun membuka mata suaminya. suaminya bertanya dengan keheranan," kenapa kamu ini?".
"Rasululloh memberitahu bahwa dalam matamu putih", kata istrinya menerangkan. " bukankah mata ada warna putihnya?" kata suaminya.

Seorang perempuan lai berkata kepada Rasululloh SAW,
"Ya Rasululloh, doakanlah kepada Alloh agar aku dimasukkan ke dalam surga".
"Wahai ummi fulan, syrga tidak dimasuki orang tua".
Perempuan itu lalu menangis.
Rasululloh menjelaskan," tidakkah kamu membaca firman Alloh ini,

Serta Kami telah menciptakan istri-istri mereka dengan ciptaan istimewa, serta kami jadikan mereka senantiasa perawan (yang tidak pernah disentuh), yang tetap mencintai jodohnya, serta yang sebaya umurnya".

Para sahabat Rasululloh SAW suka tertawa tapi iman di dalam hati mereka bagai gunung yan g teguh. Na'im adalah seorang sahabat yang paling suka bergurau dan tertawa. mendengar kata-kata dan melihat gelagatnya, Rasululloh SAW turut tersenyum.

Wednesday, August 15, 2007

Bandung Lautan Nyamuk

kalau dalam tulisan sebelumnya saya pernah sampaikan tentang dinginnya mbandung, karena memang pada saat tulisan itu dibuat Bandung sedang menunjukkan jati diri aslinya, dingin. lain lagi saat saat ini saya merasakan/direpotkan dengan nyamuk yang berseliweran baik di rumah maupun di kolong meja kerja saya. menafakkuri hal ini saya teringat kata-kata "Ba'uudhotan"dalam surat Al-baqoroh :26. bahwa Alloh jalla wa 'ala tidak malu dengan membuat permisalan dengan nyamuk atau yang lebih rendah dengan nyamuk..... sebagai sanggahan terhadap persangkaan/keheranan orang orang munafik, setelah Alloh dalam ayat sebelumnya membuat permisalan-permisalan buat mereka( baca: orang munafik) atas kebengalan mereka dalam menghadapi perintah perintah Alloh. lihat al-Qur'an!!. kalau kita lebih jauh lagi bertafakkur tentang nyamuk kita akan banyak mendapatkan ibroh/pelajaran penting sehingga akan menambah keimanan kita kepada Alloh Dzat yang Maha pencipta. untuk itu kepada sidang pembaca silahkan berkomentar hikmah apa yang antum semua peroleh tatkala mengingat makhluk kecil ini silahkan!!!

Wednesday, August 8, 2007

WASIAT UMAR BIN DZAR TENTANG RENUNGAN MENGENAI PEMUTUS KENIKMATAN

Oleh
Syaikh Abu Usamah Salim bin Ied Al-Hilali


Dari Nadhar bin Ismail yang berkata: Saya pernah mendengar Umar bin Dzar [1] berkata:

Kamu sekalian telah cukup mengerti tentang kematian, maka kamu menunggu-nunggu kedatangannya siang dan malam.

Mungkin kamu meninggal sebagai seorang yang sangat dicintai oleh keluarganya, dihormati oleh kerabatnya, dan dipatuhi oleh masyarakatnya, dipindahkan keliang yang kering dan batu-batu cadas yang bisu. Tidak ada seorangpun dari keluarga yang bisa memberikan bantal, kecuali hanya menempatkannya di tengah kerumunan binatang serangga. Adapun bantal pada saat itu berupa amal perbuatannya.

Atau mungkin kamu meninggal sebagai orang yang malang dan terasing. Di dunia, ia telah ditimpa banyak kesedihan, usaha yang dilakukan sudah berkepanjangan, badan telah kepayahan, lantas kematian tiba-tiba menjemput sebelum ia meraih keinginannya.

Atau mungkin kamu adalah seorang anak yang masih disusui, orang yang sakit, atau orang yang tergadai dan tergila-gila dengan kejahatan. Mereka semua diundi dengan anak panah kematian.

Tidak adakah pelajaran yang bisa dipetik dari perkataan para juru nasihat?!

Sungguh, seringkali saya berkata: "Maha Suci Allah Jalla Jalaluhu. Dia telah memberi tempo kepada kamu sehingga seakan-akan menjadikan kamu lalai." Kemudian saya kembali melihat kepemaafan dan kekuasaan-Nya, lantas berkata: "Tidak, tetapi Dia mengakhirkan kita sampai pada batas ajal kita, sampai pada hari di mana mata menjadi terbelalak dan hati menjadi kering."

"Artinya : Mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong." [Ibrahim : 43]

"Ya Rabbi, Engkau telah memberikan peringatan, maka hujjah-Mu telah tegak
atas hamba-hamba-Mu”

Kemudian ia membaca:

"Artinya : Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang adzab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zhalim: "Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami walaupun dalam waktu yang sedikit." [Ibrahim : 44]

Kemudian ia berkata:

"Wahai pelaku kezhaliman! Sesungguhnya kamu sedang berada dalam masa penangguhan yang kamu minta itu, maka manfaatkanlah sebelum akhir masa itu tiba dan bersegeralah sebelum berlalu. Batas akhir penangguhan adalah ketika kamu menemui ajal, saat sang maut datang. Ketika itu tidak berguna lagi penyesalan.

Anak Adam ibarat papan yang dipasang sebagai sasaran dari panah kematian. Siapa yang dipanah dengan anak panah-anak panahnya, tidak akan meleset. Dan bila kematian itu telah menginginkan seseorang, maka tidak akan menimpa yang lain.

Ketahuilah, sesungguhnya kebaikan yang paling besar adalah kebaikan di akhirat yang abadi dan tidak berakhir, yang kekal dan tidak fana, yang terus berlanjut dan tak kenal putus.

Hamba-hamba yang dimuliakan bertempat tinggal di sisi Allah Ta'ala di tengah segala hal yang menyenangkan diri dan menyejukkan pandangan. Mereka saling mengunjungi, bertemu, dan bernostalgia tentang hari-hari mereka hidup di dunia.

Tentramlah kehidupan mereka. Mereka telah memperoleh apa yang mereka inginkan dan meraih apa yang mereka cari, karena keinginan mereka adalah berjumpa dengan majikan Yang Maha Pemurah dan Maha Pemberi Anugerah. [2]


[Disalin ulang dari: "Wasiat Para Salaf", Penulis Syaikh Salim bin 'Ied Al Hilali, Penerjemah: Hawin Murtadho. Penerbit: At-Tibyan, Solo. Cetakan kedua: Juli 2000 M, hal.111-114]
_________
Foote Note
[1]. Dia adalah Umar bin Dzar biun Abdillah bin Zaraqah Al-Hamdani Al-Murhabi, seorang tabi'it tabi'in yang tsiqah, wafat pada tahun 135 H. Riwayat hidupnya ada dalam "Tahdzibut Tahdzib" (VII:144), "Hilyatul Auliya" (V:108) dan lain-lain
[2]. Dikeluarkan oleh Abu Nu'aim dalam 'Al-Hilyah' (V:115-116)

Sunday, July 29, 2007

KECEMBURUAN HUD-HUD TERHADAP PENYELEWENGAN TAUHID

Oleh
Syaikh Abdul Mu'min bin Muhammad An-Nu'man



Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

"Artinya : Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata : "Mengapa aku tidak melihat Hud-hud apakah dia termasuk yang tidak hadir.

Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras, atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan yang terang".

Maka tidak lama kemudian (datanglah Hud-hud), lalu ia berkata : "Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya ; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.

Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugrahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.

Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah ; dan syaithan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk.

Agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan.

Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai 'Arsy yang besar" [An-Naml : 20 - 26]

Tergerak dari sebuah rasa kecemburuan terhadap penyimpangan aqidah dalam hati seekor burung ketika ia merasa enggan melihat seseorang bersujud dan menyembah kepada selain Allah. Yang mana hal tersebut dilandasi dengan dasar ilmu bahwa penyembahan yang dilakukan kepada selain Allah adalah perbuatan sia-sia dan merupakan kebinasaan. Inilah suatu kebenaran yang nyata dan wajib untuk diketahui oleh semua orang.

(Kemudian timbul pertanyaan) bagaimana mereka bisa sujud kepada selain Allah, menundukkan kepala-kepala mereka dan merendahkan (dengan rasa hina) leher-leher mereka dihadapan mahluq--mahluq Allah ? semsestinya kepala-kepala dan leher harus terangkat, tubuh harus berdiri tegak dihadapan makhluk Allah. Karena seluruh mahluk adalah sama derajatnya dihadapan Allah dalam permasalahan ubudiyah (peng-hambaan) meskipun dalam masalah setatus derajat kehidupan di dunia mereka berada. Maka kening itu tidak boleh ditundukkan kecuali hanya kepada Allah saja, punggung tidak boleh dimiringkan dan ditundukan dengan rasa hina kecuali hanya kepada Dzat Yang Maha Pemberi Kehidupan. Itulah kemuliaan yang telah Allah berikan kepada manusia yang mulia. Ubudiyah (peribadatan) bagi manusia adalah sebuah kedudukan yang tinggi dan tidaklah dipilih hak dan pelaksanaan peribadatan itu kecuali oleh orang-orang yang berilmu.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah diberikan penawaran oleh Allah 'Azza wa Jalla antara menjadi seorang Raja (penguasa) dan Rasul (utusan) atau sebagai seorang Hamba dan Rasul (utusan). Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memilih sisi ubudiyah (penghambaan) yaitu sebagai seorang hamba yang di utus, karena beliau mengetahui hakikat dari ubudiyah, dan bagaimana mungkin beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mengetahui hal tersebut sedangkan beliau adalah sebagai orang yang mengajarkan Al-Hikmah (Al-Qur'an dan Sunnah).

Pada hakikatnya burung Hud-hud ini adalah salah satu sosok makhluq Allah yang beriman, artinya bahwa ia tidak mengetahui yang patut disembah kecuali hanya Allah semata. Sebagaimana firman Allah.

"Artinya : Dan tak ada satupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka" [Al-Isra : 44]

Dan sebuah kenyataan bahwa burung Hud-hud ini memiliki ilmu dan mengenal beberapa perkara yang samar dimana urusan tersebut tidaklah dikenal kecuali oleh kalangan Ahlul ilmi (orang-orang yang berilmu). Tidaklah Hud-hud ketika melewati pada suatu kaum musyrik dengan sikap sebagaimana orang-orang yang tidak peduli dengan keberadaan kaum yang mereka lewat dihadapannya, tidak pula terburu-buru dalam menafsirkan keadaan kaum tersebut, dengan mengatakan : "Mereka adalah orang-orang bodoh dan dungu". Akan tetapi Hud-hud bergerak dan pergi dengan perlahan-lahan kemudian datang melaporkan kejadian yang baru ia saksikan kepada Nabi Allah Sulaiman 'Alaihi sallam dengan kabar yang yakin (tidak diragukan kebenarannya).

Ada pendapat yang mengatakan : Bahwasanya Hud-hud adalah hewan yang telah dipersiapkan secara khusus dan termasuk salah satu dari golongan pasukan Nabi Sulaiman yang bertugas khusus dalam hal pengintaian (menjaga serta mengawasi) dan memiliki kedudukan sebagai mahluk yang berakal dan berilmu.

Bisa jadi perkataan itu benar. Akan tetapi yang paling penting dalam kasus di atas adalah sikap marah dan perlawanan yang dimiliki dan diberikan oleh seekor burung terhadap penyimpangan tauhid yang terjadi. Sementara di lain pihak kita melihat dan menemukan sebagian manusia dari kalangan orang-orang Islam yang melewati dan melihat kejadian sebagaimana yang dialami burung Hud-hud ini tanpa ada rasa marah dan ingkar dalam diri mereka. Bahkan terkadang mereka membenarkan sikap orang-orang yang bersalah dan tersesat dari jalan tauhid.

Allah Allah (saja yang dimintai pertolongan), seandainya burung Hud-hud ini melewati pada sebagian negeri-negeri kaum muslimin pada zaman sekarang dan melihat sikap mereka bergegas untuk mendatangi tempat-tempat yang diagungkan seperti perkuburan-perkuburan, kubah-kubah (sejenis bangunan untuk menutupi atas kuburan tertentu). Dan seandainya Hud-hud mendengar teriakan-teriakan mereka tersebut ..... dari sebagian kaum muslimin yang menyeru kepada selain Allah !!!

Sungguh suatu realita pahit yang sangat disayangkan ; lalu kapan kaum muslimin akan sadar dan memperhatikan hal ini .... Demikian pula para Da'i Islam ??

[Disalin dari Majalah : Al Ashalah edisi 15-16 hal 49-50, diterjemahkan oleh Majalah Adz-Dzkhiirah Al-Islamiyah Edisi : Th. I/No. 03/Dzulhijjah 1423/Februari 2003, hal 11-12. Terbitan Ma'had Ali Al-Irsyad - Surabaya]

Thursday, July 12, 2007

Dinginnya Kota Bunga

Akhir-akhir ini kota Bandung terasa lebih dingin dari sebelumnya, selimut jadi “idola” pada pendengkur, mungkin sebagian pada kaligata alias bentol-bentol di kulit alias alergi. Tantangan baru Para sholihin untuk bangun malam and lebih khusu’ menghadap Ilahi, butuh mujahadah para ahli masjid memenuhi panggilan adzan subuh, semoga Alloh menambah limpahan karunianya kepada hamba yang mampu bersabar menghadapinya.

”Minta tolonglah kamu dengan sabar dan sholat, sesungguhnya sholat itu sungguh amat berat kecuali atas orang-orang yang khusu’. Yaitu orang-orang yang meyakini bahwa dia akan bertemu Alloh dan kepada-Nya akan kembali”

Thursday, July 5, 2007

Birul Walidaini Dalam Peristiwa Kelahiran

Untuk pertama kalinya saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri, tidak meminjam mata orang lain, menyaksikan detik demi detik proses kelahiran buah hati saya yang ke dua. Hikmah yang dapat diambil pelajarannya adalah bagaimana Jihad/perjuangan berat seorang ibu dalam melewati proses wahnan ‘ala wahnin/ kesulitan diatas kesulitan, bersimbah darah menahan sakit yang luar biasa selama kurang lebih 14 jam. Subhanalloh maha benar Alloh yang telah mengajarkan kepada kita besarnya dosa seorang anak yang durhaka kepada ibunya, maha benar Alloh yang menyandingkan perintah untuk syukur kepada-Nya dengan syukur kepada orang tua, maha benar Alloh melalui lisan Rosululloh SAW yang mulia menyabdakan “ sungguh rugi, sungguh rugi, sungguh rugi seorang yang mendapati orang tuanya sudah tua dia tidak dapat masuk surga”.

Seketika seorang sahabat bertanya kepada Rosululloh SAW, “ kepada siapakah saya pertama kali harus berbuat baik” sabda Nabi : “ ibumu” kemudian siapa lagi “ ibumu” kemudian siapa lagi “ ibumu” kemudian bapakmu. Bahkan Alloh SWT menggunakan kalimat Wawashoina ( Kami Wasiatkan) dalam memerintahkan untuk berbuat baik kepada kedua orang tua, artinya kedekatan seorang yang berbakti kepada kedua orang tua denga Alloh swt amatlah dekat sehingga Alloh sendiri menggunakan kalimat wasiat bukan kalimat amaro (perintah) yang biasanya kalimat ini( baca: wasiat) diberikan kepada orang yang amat dekat dan dicintainya sekaligus amat penting dan besarnya perkara yang diwasiatkan. Kalau saya ingin mengungkapkan hikmah dari apa yang saya saksikan pada proses kelahiran buah hati saya yg kedua ini, saya punya keyakinan bahwa tidak akan pernah habis-habisnya. Saran saya kepada Para suami saksikanlah dan perhatikan dengan seksama saat istri anda mengandung bulan ke bulan hingga detik-detik terakhir untuk melahirkan. Hanya orang-orang dungu saja yang tidak dapat mengambil pelajaran darinya. Kebenaran hanya ada disisi Alloh Jalla wa ‘ala.

Sunday, June 24, 2007

Jamu Cap Unta

Beberapa hari ini, saya sedang sibuk, bukan pekerjaan yang menyibukkan saya tapi mengantar ibu bolak-balik ke rumah sakit, apa pasal?, bangun dari tidur ibuku merasakan pening kepala yang amat sangat, gelap, lemah, lemes. akhirnya saya anatar ke RS Hasan Sadikin Bandung, maka kami dirujuk ke 3 dokter spesialis Kardio, Gastro dan Ginjal hipertensi plus pemeriksaan lab. dari ketiga dokter spesialis tersebut masing-masing menyatakan kesimpulan penyebab penyakit itu muncul terutama yang menjadikan kadar Haemoglobinnya turun mencapai angka 6, yaitu ibu sering mengkonsumsi jamu cap unta, ini pelajaran berharga buat kita bahwa tidak semua jamu-jamuan itu menyehatkan tapi efek samping yang bersifat komulatif akan menyerang lebih berbahaya, semoga Alloh SWT memberikan kesembuhan aminn.

Saturday, June 16, 2007

Sepertiga yang membawa berkah

"Subhanalloh" itulah ucapan yang semestinya keluar dari lisan seorang mu'min atas segala kejadian luar biasa yang dia lihat,rasakan dan alami.dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairoh ra dari Nabi SAW beliau bersabda :" ketika ada seorang berjalan di padang luas yang tidak berair, tiba-tiba dia mendengar suara dari awan mendung: " Siramlah kebun fulan." maka awan itu menepi (menjauh) lalu mengucurkan airnya di tanah bebatuan hitam. ternyata ada salah satu saluran air dari saluran-saluran itu yang telah penuh dengan air, maka dia menelusuri air itu, ternyata ada seorang laki-laki yang berada dikebunnya sedang mengarahkan air dengan cangkulnya. maka dia bertanya:" Wahai hamba Alloh siapakah nama anda?" dia menjawab:" fulan"., nama yang dia dengar dari awan tadi, maka dia balik bertanya:"wahai hamba Alloh mengapa anda menanyakan namaku?"dia menjawab:"saya mendengar suara dalam awan yang ini adalah airnya, mengatakan:"siramlah kebun fulan", yaitu nama anda. maka apakah yang anda kerjakan dalam kebun ini?" dia menjawab:" karena anda telah mengatakan ini maka saya katakan bahwa saya memperhatikan apa yang dihasilkan oleh kebun ini; sepertiganya saya sedekahkan, sepertiga saya makan bersama keluarga dan sepertiganya lagi saya kembalikan ke kebun sebagai bibit." (HR.Muslim).
kejadian seperti tersebut diatas dalam bentuk yang lain sering juga terjadi dimasa sekarang ini. itu disebabkan oleh satu perbuatan mulia, yaitu kedermawanan. sudah menjanji janji Alloh SWT melalui lisan utusannya SAW bahwa tidak akan miskin orang-orang yang bersedekah bahkan Alloh SWT akan menambahnya sekehendak Nya. peristiwa diatas dikisahkan oleh Rosululloh SAW yang mulia sebagai pelajaran bagi kita agar kita memiliki sifat kedermawanan, berapapun yang kita miliki besar atau kecil. bahkan senyum adalah sedekah. maka apa yng Alloh anugerahkan kepada si Fulan pasti akan Alloh limpahkan pula kepada orang yang memiliki sifat yang sama. semoga kita termasuk di dalamnya . aminnn Subhaanalloh>

Thursday, June 7, 2007

Miskin

Ada satu do'a yang pernah di panjatkan oleh Rosululloh SAW. Yang jarang dari kita melantunkannya bahkan mungkin tidak ada yang mau. doa itu adalah " Yaa Alloh hidupkan aku dalam keadaan miskin, dan matikan aku dalam keadaan miskin .....". saya pernah membaca di salah satu majalah islam "Al-Muslimun" makna Miskin diatas bukan bermakna orang yang kekurangan harta, akan tetapi bermakna khusu' dan tawadhu' berdasarkan beberapa literatur/ pendapat para ulama. jadi tak perlu risau dan takut kalau kita semua melantunkan juga do'a tersebut.

Saturday, March 24, 2007

Pelajaran Berharga

Ada pelajaran berharga dari dua proses kehamilan istri saya yang bagi saya adalah karunia besar ditengah-tengah vonis seorang dokter spesialis obgyn yang masih membayangi pikiran kami. yaitu di kehamilan pertama kami benar benar telah menyerahkan semua urusan ini kepada Alloh jalla wa'ala. ketika itu kebetulan ibu mertua saya sedang sakit di dusun (sampai sekarang).. semoga lekas sembuh....aminn. dan istri saya harus pulang kampung untuk mengurus ibunya dan memang yang paling telaten menangani masalah ini adlah istri saya dan juga istri saya tidak ada beban tanggungan apa-apa karena memang pada saat itu kami belum dikaruniai momongan. cukup lama istri saya berkhidmat kepada ibu di dusun tentunya dengan seijin saya. sementara saya hidup "membujang" di Bandung. tiba saatnya istri saya pulang ke Bandung mungkin karunyaeun alias kasihan kepada saya karena membujang terus di Bandung. ( tapi bisa jadi karena takut saya nikah lagi... he..he, intermezzo). pulanglah istri saya tercinta ke Kota Bunga Bandung. tapi ada yang tidak biasa terjadi pada istri saya ternyata istri saya telat datang bulan, lalu kami pastikan ke dokter ternyata alhamdulillah segala puji milik Alloh istri saya hamil alias mengandung, yang unik apa? yaitu pada kehamilan yang kedua peristiwa ini terulang istri saya hamil setelah melakukan hal sama dengan kehamilan pertamanya yaitu setelah istri saya berkhidmat/melayani ibunya yang sedang sakit..... subhaanalloh Maha Suci Alloh..... saya jadi teringat pada beberapa kisah beberapa sahabat Nabi kita Muhammad SAW yang adakaitannya dengan berbuat baik kepada kedua orang tua. Insya Alloh nanti kita sajikan. "Surga itu berada ditelapak kaki ibu" Wallohu a'lamu bishshowab

Friday, March 23, 2007

Jiwa Yang Tenang


"Wahai Jiwa yang tenang kembalilah kepada Robmu dengan ridho dan diridhoi, maka masuklah kedalam golongan hamba-KU dan masuklah kedalam surga-KU"
Sesungguhnya bahwa hidup ini adalah Fana/tidak kekal, untuk itu kesadaran akan datangnya kematian harus terus tertanam dalam jiwa kita. "Kullu Nafsin Dzaaiqotul maut" tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan kematian. kematian adalah suatu keniscayaan, kepastian. kematian adalah terminal menuju kehidupan kekal abadi. benar apa yang disabdakan Uswah hasanah kita Muhammad Rosululloh SAW, dengan mengingat kematian dapat membersihkan berbagai karat hati. tentunya bagi orang yang benar dalam menyikapi kedatangannya, yaitu dengan melakukan persiapan-persiapan matang dan terencana, dengan terus dan terus menjalankan kefardhuan-kefardhuan yang telah ditetapkan Alloh Jalla wa 'ala dan menghidupkan Sunnah Rosululloh SAW. Terlalu sederhana memang apa yang ditulis disini. secara detail melalui blog ini kita akan terus menyampaikan hal- hal yang berkaitan dengan persiapan kita menjelang ajal, agar kita semua diseru oleh Alloh Jalla wa 'ala dengan seruan " Wahai Jiwa yang tenag kembalilah kepada Robmu dengan ridho dan diridhoi, maka masuklah kedalam golongan hamba-Ku dan masuklah kedalam surga-Ku"